JODOH
DALAM MIMPI
Minggu
pagi yang cerah disertai pancaran sinar matahari yang menghangatkan pagi ini,
kulihat nota kecilku yang selalu penuh dengan agenda-agenda yang ku buat. Aku selalu membuat agenda harian di dalam nota
kecil ini tujuannya untuk mengingatkan kegaiatan yang kulalui tiap harinya.
Karena tidak bisa dipungkiri manusia itu tak luput dari dosa dan juga pelupa
jadi itulah gunanya nota kecil ini untukku. Kubuka lembar demi lembar notaku
ternyata tidak ada agenda pada hari ini, setelah setiap hari full dengan
kegiatan kampus dan organisasi hari ini bisa bersantai dan beristirahat. Ku nikmati
hari libur ini di rumah, karena mau kemana lagi? Yahh beginilah sibuk dikala
banyak agenda dan menjadi anak rumahan kalau gak ada agenda seperti sekarang
ini “pikirku dalam hati”, karena aku juga bukan seseorang yang suka
menghabiskan waktu, tenaga apalagi uang kalau untuk hal yang tidak penting
bagiku.
Sambil
tiduran, saya mainkan ponsel saya dan saya membuka Yutube karena saya suka
nonton video yang bermotivasi, waktu itu yang saya lihat sebuah film pendek
tentang jodoh. Duhh dari judulnya aja udah buat baper dan bertanya-tanya dimana
jodohku?, siapa dia?, kenapa tak kunjung datang? Aku menunggumu ya Akhi,,,
hihihi sudah yaa tanda tanyanya nanti jadi galau akut J
karena jodoh dan maut itu adalah rahasia Allah, kita tidak tahu mana yang akan
datang lebih dahulu menjemput kita jodoh atau maut, dan sampai pada akhirnya
film itu habis saya tonton.
Suatu
ketika saya pergi menghadiri suatu acara, saya mendengar seseorang yang
menyampaikan materi itu dengan sangat tenang sampai-sampai saya terbawa
perasaan, dan sempat menghayal “Andai dia jadi suami saya, subhanalah
bahagianya” dan ketika saya lihat orangya saya langsung ingat kalau itu orang
yang berada dalam film pendek yang saya tonton beberapa waktu lalu.
“Kamu
ngapain senyum-senyum sendiri gitu Ukh Yati?” Tanya temanku yang bernama Okta.
“Siapa
yang senyum? Ini lagi dengerin materi pun, lagian memangnya kenapa kalau
senyum? Senyum itukan ibadah Ukhti” jawabku pada Okta.
“Tapi
masalahnya gak ada yang lucu materinya, hayo bayangin apa tu Ukh?” Tanya Okta
lagi.
“Hustttt
jangan berisik Ukh, mending dengerin materinya bagus tuh” kataku sambil
menunjuk pemateri di depan.
Tidak
lama kemudian acaranya pun sudah berakhir, dan
saya langsung pulang kerumah
tetapi dijalan saya selalu memikirkan kata-katanya yang begitu dalam yang
diucapkan Akhi.X tadi. Anggap saja Akhi.X namanya, dan nama samaran saya Ukhti
Yati. Hari berlalu begitu cepat seperti berada dalam mimpi yang terkadang tak
tentu arah dan membingungkan hingga tak terasa sudah hari Senin, seperti
rutinitas biasanya saya selalu pergi ke kampus dan bertemu lagi dengan teman
sampai syurga saya insha Allah,,,,
“Assalamualaikum
Ukh Okta” sapaku.
“Waalaikumsalam
Ukhti Yati jamilah jiddan” balas Okta.
“Amin,,,,
di tambahin jamilah jiddan Ukh? Hihi syukron loh Ukh” jawabku sambil
cengingisan.
“wahh,,,
cepat betul besar telinganya Ukhti, heheh,,,, afwan ukhti sayang” jawab Okta
padaku.
Kamipun
langsung bergegas masuk kedalam lokal kebetulan pada hari itu kami sedang
melaksanakan ujian tengah semester. Semua Mahasiswa/i sibuk masing-masing
mengerjakan soal ujian hingga tidak terasa waktu sudah habis, lalu kami semua
mengumpulkan lembar jawaban kami semua kedepan dan sebagian Mahasiswa/i ada
yang langsung berhamburan keluar lokal untuk menghilangkan rasa tegang yang ada
didalam lokal beberapa jam tadi.
Hari
ini hanya ada satu matakuliah jadi saya memutuskan untuk langsung pulang
kerumah kerena ada sedikit pekerjaan rumah yang masih belum sempat saya
kerjakan, sesampainya dirumah saya melihat ada mobil yang terparkir di depan
rumah, saya lihat mobil itu dengan cermat tetapi tetap saja saya tidak tahu itu
mobil siapa karena mobil bapak saya tidak begitu bentuknya, sambil coba
menerka-nerka saya melangkah masuk kedalam rumah.
“Assalamualaikum,,,,,”
kataku pada balik pintu depan rumah. sambil kubuka perlahan-lahan pintu rumah saya dan saya langsung kaget dan terkejut ketika melihat
didalam rumah.
“Waalaikumsalam,,,,”
jawab Ibu dan Bapak saya sambil tersenyum melihat saya.
Subhanallah
ternyata yang datang itu Akhi.X yang kemarin mengisi materi di suatu acara. Sambil
malu-malu saya melangkah masuk kedalam rumah, Banyak tanda tanya yang ada
didalam hati ini, karena bagaimana bisa Akhi.X itu datang kerumahku?, ada
urusan apa Akhi.X itu datang kesini?, dan tahu darimana Akhi.X itu rumahku?
Ahh,,,, sudahlah, mana mungkin saya bertanya kepada Akhi.X sebanyak itu. Lalu
saya meninggalkan tempat itu dan langsung menuju kekamar, didalam kamar aku
masih penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan dengan Ibu dan Bapak kepada
Akhi.X itu. Sambil mencoba untuk mendengar pembicaraan mereka kutempelkan
kupingku di pintu kamar berharap bisa mendengar apa yang dibicarakan mereka di
luar, tetapi tidak lama kemudian pintu
kamarku terbuka dan aku hampir terdorong keluar tapi untung saja saya masih
bisa menahan keseimbangan badan ini, heheh. Ternyata Ibu yang membuka pintu
kamarku dan Ibu kebingungan dengan apa yang saya lakukan dibalik pintu kamar,
dan ketika saya tahu wajah Ibu penuh dengan kebingungan maka saya langsung
pura-pura memperbaiki gantungan baju yang dibelakang pintu yang hampir lepas
itu, heheh,,,, cerdas juga nih ngelesnya.
Lalu
Ibu masuk kedalam kamarku dan duduk diatas ranjang kamarku, kulihat raut wajah
Ibu sangat serius dan aku semakin penasaran apa yang ingin ibu katakana padaku.
Ketika itu Ibu memulai pembicaraannya.
“Anak
Ibu sekarang udah semakin dewasa dan semakin cantik apalagi dengan busana
muslim ini jadi semakin sejuk di pandangnya” kata Ibu padaku.
Lalu
aku semakin bingung dan bertanya kepada Ibu “Ibu sebenarnya ada apa? Terus tamu
yang diluar itu ada tujuan apa datang kesini bu?”
Lalu
Ibu menjawab ”Tujuan dia datang kesini dia mau melamar Yati nak, jadi gimana Yati
mau? Insha Allah dia bisa membimbing Yati menjadi muslimah yang lebih baik nak
dan bisa lebih menyempurnakan agama Yati sebagai seorang istri.
Tiba-tiba
aku langsung kaget pake bangettttt,,,,,, ya Allah, rasanya itu gak tahu mau
seneng atau sedih.
Tidak lama kemudian aku mendengar
suara adzan di masjid, dan tiba-tiba aku langsung kaget dan terperanjak dari
tudurku. Huhhhhh,,,,,,,, Ternyata itu hanya mimpi, lalu kulihat ponsel yang
masih kugenggam dan masih nyala film pendek yang ku tonton sebelum aku tertidur
tadi. Kulihat lagi gambar Akhi.X yang ada dalam film itu dan membuatku
tersenyum-senyum sendiri. Lalu kelangkahkan kakiku menuju kamar mandi untuk
mengambil wudhu dan sholat.
~~ BERSAMBUNG ~~